Hamono Matsuri

Minggu kedua di Gifu (11 Oktober 2015) ada yang ngajak jalan-jalan, ga nolak tho ya. Gratis lagi. So, jam setengah 9 pagi saya menunggu di bus stop kampus Gifu. Hari itu hujan rintik-rintik. Lalu datang dua teman Indonesia yang akan bergabung juga, mba Anna dan pak Ari. Jam 9 tet, orang Jepang yang akan mengantar kami datang bawa mobil keren bingit. Tidak mau sebut merek, yang pasti nyaman sekali menumpang di dalamnya. Yang nejmput kami namanya Yuki Sensei. Cantik dan baik orangnya. Lalu berangkatlah kami ke lokasi, perjalanan sekitar 1 jam, karena sempat macet perjalanannya. Jarang-jarang di sini macet, eh ternyata ada orang penting mau lewat, makanya jalannya ditutup sebentar.

 

Sampai di lokasi, kayaknya sih city Hall_nya Seki. Kami mengantri berjajar rapi untuk menunggu bus datang mengangkut kami. Sebenarnya kalau dilihat di peta yang disediakan di dekat tempat antrian itu, jaraknya tidak terlalu jauh, jalan kaki bisa, tapi hebat banget ini fasilitas pariwisata disini, disediakan bis gratis. Bis datang setiap 5 menit.

Setelah naik bis sekitar 5 menit, kami turun. Dan berjalan menuju museum pembuatan samurai. Aha! Saya dari tadi belum cerita kita mau kemana. Ya, kita sedang berkunjung alias menghadiri Hamono Matsuri di Seki, pusat pembuatan samurai yang terkenal di Jepang. Tidak hanya Samurai, semua benda tajam (hamono) ada di sini. Pisau dan alat-alat lain, bahkan alat agriculture juga. Matsuri atau festifal ini berlangsung selama 2 hari, dan selalu terselenggara setiap tahun. Saya kebetulan berkunjung di hari kedua. Ramai sekali pengunjungnya. Semua antusias termasuk orang Jepang sendiri, baik mbak-mbak, mas-mas, anak-anak, paruh baya maupun yang sudah kakek-nenek. Rasa ingin tahunya sangat besar.

 

Di sini sebenarnya ada beberapa pertunjukan, namun yang saya hadiri cuma 2.

 

Pertunjukan samurai.

 

Ada beberapa orang dengan baju seragam khas jepang mempertunjukkan penggunaan Samurai. Keren bingits. Mereka menebas bambu-bambu di lokasi yang sudah disiapkan dengan sangat anggun. Gerakan yang diperlihatkan mantabs, slow tapi cool. Tidak beringas dan ngawur, semua teratur dengan baik dan tepat sasaran. Dan sebelum maupun setelah show, mereka sangat elegan.

Oya, para penontonnya juga semua sangat santun, tidak ada yang berisik, tidak ada yang berebut melihat dan tidak ada yang meneriaki aktor samurainya.

Setiap selesai satu sesi pertunjukan, selalu ada tepuk tangan yang mengiringi dari penonton, dan bilang Sugoi (Cool! Alias keren!). Bilangnya juga ga kenceng2 amat, malah hanya seolah bergumama, dan paling hanya terdengar oleh teman di sebelahnya, tapi pengucapan pujian itu dari lubuk hati  terdalam, jujur sepenuh hati.

 

Pertunjukan pembuatan samurai.

Sangat menarik, ini yang paling ditunggu oleh para pengunjung sepertinya. Dalam sehari pertunjukan pembuatan samurai itu ada tiga kali. Karena yang pukul 10.30 kami sudah tidak dapat tempat, maka kami melihat yang jam 13.30 karena kalau yang jam 15.30 kesorean. Meski jam setengah dua sebenarnya acara baru dimulai, tapi jam setengah satu, tempat pertunjukan sudah penuh dengan orang yang ingin menyaksikan. Semua duduk dan berdiri manis, tidak saling berebut maupun suk-sukan. Semua saling menghargai, siapa yang duluan ya dapat tempat strategis, kalau datang belakangan ya dapat spot yang kurang bagus, baik untuk melihat maupun mengambil gambar.

Foto pertunjukan samurai

 

Jam 13.15 sudah mulai persiapan, dan penonton sudah full.

Para pembuat samurainya itu berseragam putih khas baju jepang. Kakoi! Keren!

Melihat cara kerjanya sangat rapi, dan teratur. Pertama, satu orang duduk di depan tungku membakar bijih besinya, lalu satu orang lagi mengatur per-api-annya. Ketika apinya membesar, penonton terpana. Dan ketika bijih besi dikeluarkan, para pemukul dengan sigap memukul dengan ritme yang menakjubkan. Si pembakar besi juga punya kode khusus untuk mengisyaratkan bahwa pemukulan besinya masih lanjut atau stop. Sangat unik dan mengagumkan. Meletakkan besi pemukulnya juga tidak sembarangan sudah disediakan tempat tersendiri, bahkan ketika berdiri menunggu pemukulan berikutnya. Siiip tho.

Foto pembuatan samurai.

 

Baju samurai

Oya, disini kita juga bisa menjajal memakai baju samurai. Kapan lagi bisa merasakan baju besi para pejuang di kerajaan jepang jaman dulu itu? Dan, gratis pula. Berangkaaaat. Cara memakainya pun tidak sembarangan. Dan, harus dipakaikan oleh orang lain. Cuma, sangat berbeda dengan orang muslim, orang jepang memulai penggunaan pakaian dari yang kiri. Ketika kami bertanya kenapa, itu sudah budaya. Dan katanya tangan kanan atau kaki  kanan lebih kuat, jadi misal pas pakai baju bagian tubuh yang kiri dulu yang dipakaikan (tangan atau kaki) maka ketika sewaktu-waktu datang hal genting, yang kanan masih dalam kondisi siap untuk digunakan. Contoh hal genting adalah misal musuh tiba-tiba menyerang atau terjadi bencana alam, kita tahu kan Jepang sering terjadi gempa.

Pemakaian baju samurai selama 10 menit, dan boleh dibawa ke luar ruangan untuk foto-foto. Hmmm menyenangkan luar biasa.

Oya, berhubung saya pakai rok, baju besi di kaki tidak dipakaikan. 😀

Jajanan dan oleh-oleh.

Festifal ga akan seru jika tidak ada jajanan makanan khas dan oleh-oleh. Maka di Seki tersedia jalan yang khusus untuk menjual makanan maupun pernik-pernik. Ada ikan bakar, takoyaki, gurita, pisang coklat dan lain-lain. Bagi muslim harap berhati-hati,karena banyak yang ga halal, so harus pintar-pintar memilih yang aman untuk dimakan. Soal harga, so pasti lebih mahal sedikit, karena ini di tempat wisata guys. Oya, karena disini tempatnya benda-benda tajam, maka yang dijual kebanyakan ya pisau. Dari kualitas bagus sampai kualitas yang biasa-biasa saja ada, mau beli pedana samurai attua namanya Katana, juga ada. Harganya dari yang selangit sampai yang sesuai kedalaman kocek juga ada, jangan khawatir. Oya, kalau bisa ditawar dulu ya, lumayan kan kalau harganya bisa berkurang. Hehe.

Di sepanjang jalan itu juga ada second hand, banyak malahan. Baju-baju second hand murah-murah, hanya 100 sampai 300 yen. Biasanya yang paling dibutuhkan kalau disini adalah jaket musim dingin. Kalau beli baru, masyaAllah, mihil bingit, bisa mencapai ichi man, kalau dirupiahkan, ya jadi sekitar satu jutaan. So, kadang lebih memilih second hand, kan jaket juga, ga melekat langsung ke tubuh, dan bisa dicuci bersih dulu sebelum dipakai.

 

That’s all. Thank for reading.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar